Sun. Sep 27th, 2020

FIFABR

Artikel Kesehatan Olahraga

Sempat Diguyur Hujan Abu, Warga Lereng Gunung Merapi Kini Bisa Beraktivitas Normal

2 min read

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas, Sabtu (4/1/2019) malam yang mengakibatkan terjadinya hujan abu di sekitar Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinung, Minggu (5/1/2020) megatakan, saat kejadian warga tetap beraktivitas normal. "Karena hujan abu sangat tipis dengan durasi yang relatif singkat. Hujan abu langsung disapu oleh hujan," kata Bambang Sinung, Minggu (5/1/2020).

Diketahui, hujan abu sempat mengguyur di sekitar Kecamatan Cepogo Boyolali pada Sabtu (4/1/2020) malam. Dilansir dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). "Terjadi awan panas guguran Gunung #Merapi pada tanggal 4 Januari 2020 pukul 20:36 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max 55 mm dan durasi ± 105 detik.

Awan panas tidak terpantau secara visual karena cuaca berkabut," tulis akun resmi BBPTKG. Atas kejadian itu, Bambang mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan di Kecamatan Selo sekaligus koordinasi. "Kami juga sempat membagikan masker. Tapi hujan abu sangat singkat, soalnya langsung disapu hujan," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, aktivitas warga sejauh ini tidak terganggu, "tidak ada yang ngungsi." Durasi kurang lebih 105 detik Diberitakan sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Gunung Merapi pada Sabtu (04/01/2020) pukul 20.36 WIB mengeluarkan awan panas guguran. Awan panas tidak terpantau secara visual karena cuaca berkabut.

Saat dikonfirmasi, Petugas pos pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang Lasiman membenarkan telah terjadi awan panas guguran. "Iya betul, (terjadi awan panas guguran)," ujar Petugas pos pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Lasiman saat dihubungi melalui WhatsApp (WA), Sabtu (04/01/2020). Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta awan panas guguran terjadi pada pukul 20.36 WIB.

Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max 55 mm dan durasi kurang lebih 105 detik. Awan panas tidak terpantau secara visual karena cuaca berkabut. Awan panas guguran ini menyebabkan hujan abu tipis di sekitar Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

Hal ini sesuai dengan laporan di akun twitter resmi BPPTKG Yogyakarta @BPPTKG. Melalui akun twitternya BPPTKG Yogyakarta menulis: "Awan panas ini dilaporkan menimbulkan hujan abu tipis di sekitar Cepogo, Boyolali. Masyarakat dihimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik"Sampai dengan saat ini BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.