Sat. Sep 26th, 2020

FIFABR

Artikel Kesehatan Olahraga

Selalu Antusias Saat Menghadapi Suporter Persib, Inilah Alasan Kim Jeffrey

2 min read

Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan, merupakan pemain yang terkenal ramah ketika diajak berfoto bersama bobotoh, terutama anak-anak dan ibu-ibu. Pemain berdarah Jerman dan Indonesia itu punya alasan tersendiri mengapa dirinya selalu ramah dan tak pernah lelah melayani permintaan foto bersama suporter.

Dalam dunia sepak bola, pemain dan suporter kerap tak bisa dipisahkan. Pemain membutuhkan suporter untuk mengangkat motivasinya dalam bertanding. Begitu pun dengan suporter yang membutuhkan para pemain untuk bisa membawa tim kesayangannya menang dan memuaskan hasratnya ketika menyaksikan pertandingan sepak bola.

Menurut Kim Jeffrey Kurniawan, memang harus ada hubungan yang baik antara suporter dan pemain. Ada satu yang sangat disukainya, yaitu suporter anak-anak. Menurutnya, anak-anak murni menumpahkan dukungan karena mengidolakan sang pemain, dan itu adalah alasannya selalu menyambut suporter cilik dengan tangan terbuka dan tak pernah menolak diajak berfoto bersama.

“Suporter anak kecil kebanyakan mengidolakan pemain sepak bola karena mereka pun ingin menjadi pemain sepak bola. Saya selalu ingin menjadi contoh yang bagus, bukan hanya di lapangan, tapi juga di luar lapangan,” ujar Kim Jeffrey Kurniawan dalam channel Youtube Hanif & Rendy Show.

“Makanya ketika ada anak kecil bertemu saya, tentu saya selalu ingin berbuat baik. Kalau ingin berfoto silakan berfoto, biar mereka nanti mendapatkan contoh soal attitude dari hal tersebut, siapa tahu mereka menjadi pemain sepak bola nantinya. Pemain sepak bola itu punya tanggung jawab besar karena termasuk public figure. Harus menjadi contoh yang bagus,” lanjut gelandang Persib Bandung itu.

Suporter Remaja

Kelompok suporter yang usianya masih remaja ini biasanya hampir mirip dengan yang dewasa. Menghadapi pendukung di usia itu, Kim mengaku harus tahu bagaimana membatasi diri.

Jika sekadar foto-foto atau mengobrol, ia mengaku antusias untuk meresponsnya. Tapi, kalau mulai minta nomor kontak dan lain-lain, Kim pasti akan menolak secara halus.

“Kalau untuk remaja, kadang-kadang agak susah sih karena harus tahu sampai mana batasannya. Kadang-kadang seusia dan lain-lain. Jadi, suporter penting, tapi misalnya seusia dan lain-lain itu ya ada batasannya,” ucap Kim.

“Kalau ngobrol silakan, tidak masalah, begitu pun dengan minta foto. Tapi, selebihnya misalnya lewat telpon atau lewat kontak langsung itu saya hindari. Untuk berjaga-jaga sebenarnya. Jadi saya sebenarnya untuk media sosial juga membatasi ya komunikasinya.”

“Jadi untuk menjaga perasaan, menjaga harapan, dan lain-lain gitu. Cuma ya kalau bertemu, diajak ngobrol dan lain-lain, siapa tahu bisa menjadi teman juga, ya ayo,” tegasnya.

Dapat Wejangan

Sementara untuk suporter dewasa, Kim biasanya mendapat saran, masukan atau kritik. Kim pun menganggap pendukung yang didominasi oleh orang tua cocok untuk mengevaluasi diri.

“Kalau bapak-bapak ya kadang-kadang lucu sebenarnya dan mereka juga suportif,” tutur pemain berdarah Jerman ini.

“Saya suka karena dengan pengalaman hidup mereka yang sudah lebih banyak daripada kita, kadang-kadang masukan-masukan penting juga datang dari mereka. Jadi masukan-masukan dari bapak-bapak itu sangat-sangat penting bagi saya,” imbuh Kim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.