Wed. Sep 30th, 2020

FIFABR

Artikel Kesehatan Olahraga

Dua Teman Dicabuli Gurunya, 9 Santri di Pondok Pesantren di Wilayah Aceh Utara Melarikan Diri

2 min read

Sembilansantridan dua korban pencabulan melarikan diri dari salah satupesantrendi Kecamatan Dewantara, KabupatenAcehUtara, pada November 2019 lalu. Mereka lari daripesantrenuntuk melaporkan gurunya bernisial JB alias MZ (26) ke Polsek Dewantara,AcehUtara. Wakil Kepala Polisi Resort Lhokseumawe, Kompol Ahzan, Selasa (21/1/2020) kepada Kompas.com, membenarkan hal tersebut.

Setelah melapor ke polisi, penyidikan dilakukan. Orangtua keduasantrikorban pencabulan juga turut datang ke kantor polisi membuat laporan. “Lalu polisi menyelidiki. Kita komunikasi persuasif, sehingga tersangka MZ itu datang ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. Diantar oleh pimpinanpesantren,” kata Ahzan saat dihubungi Kompas.com melalui telepon.

Dia menyebutkan barang bukti berupa pakaian korban, pakaian pelaku, dan buku harian milik korban. Pelaku sambung Ahzan, mengaku kerap menonton film porno sehingga memacu untuk melakukan pelecehan seks terhadapsantripria. Diduga pelaku memiliki penyimpangan seksual sehingga mencabulisantripria.

“Dia mengaku memiliki pacar, namun tetap juga menyukai pria. Kami menduga ada korban lainnya, kami imbau korban melapor ke polisi,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan duasantridi Kecamatan Dewantara,AcehUtara, mengalami pencabulan yang dilakukan oleh ustaz di salah satupesantrenkecamaatan itu. Kini, pelaku telah ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Sementara itu seorang oknum guru mengaji di KecamatanJatinegaraberinisial AF alias AI mencabuli tujuh anak didiknya disela kegiatan mengajar mengaji di kediamannya. Kasat Reskrim Polres MetroJakartaTimurAKBP Hery Purnomo mengatakan, AI mencabuli anak didiknya dengan cara mendekati korban. "Pada saat kegiatan mengajar dia akan mendekati muridnya satu per satu kemudian ditarik (ke kamar) lalu dilakukanpencabulantersebut," kata Hery di MapolrestroJakartaTimurJakartaTimur, Rabu (23/10/2019).

Namun dia belum dapat memastikan sejak kapan AI mencabuli korbannya karena masih dalam tahap pemeriksaan awal. Dari tujuh anak yang mengaku jadi korbanpencabulanAI, SPKT Polres MetroJakartaTimurbaru menerima laporan tiga orang tua korban. "Kita sudah menerima laporan dari tiga orang korban yang kebetulan menjadi murid dari guru ngaji tersebut. Pelaku ini guru mengaji untuk ibu ibu juga," ujarnya.

Saat mencabuli korban, Hery menuturkan AI kerap memberikan sejumlah uang usai mencabuli korban dengan kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 40 ribu. AI yang kini mendekam di sel tahanan MapolrestroJakartaTimurdiganjar pasal 76 E juncto 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Kita masih tahap pemeriksaan, tapi yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya. Korban dan orang tuanya juga sudah kita periksa," tuturnya.

Sebagai informasi, AI diringkus pada Jumat (15/10/2019) setelah satu orang tua korban membuat laporan ke SPKT Polres MetroJakartaTimurbeberapa hari sebelumnya. Perbuatan keji AI terbongkar usai satu orang tua korban curiga anaknya berinisial MA (7) mengeluh sakit saat buang air kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.