Tue. Sep 29th, 2020

FIFABR

Artikel Kesehatan Olahraga

Bila Dinyatakan Tersangka atas Kematian Lina, Teddy Bakal Balik Banding Sewa Pengacara, Punya Bukti

3 min read

Menanggapi kelanjutan dugaan kejanggalan meninggalnya Lina, dalam sebuah wawancara, sang suami, Teddy mengaku belum berpikir jauh soal tersebut. Teddy pun mengaku belum merasa perlu menyewa pengacara. Ia masih meyakini bahwa kematian Lina adalah murni takdir Tuhan.

Jika nanti ditemukan kejanggalan pada kematian Lina dan menjadi tersangka, Teddy akan banding dan menyewa pengacara. Teddy yakin bahwa dirinya tidak akan jadi tersangka. Ia mengaku memiliki semua data yang diperlukan sebagai bukti, meski nantinya dituding tak mengurus Lina.

Ia pun mengaku memiliki bukti yang cukup untuk membantah hal tersebut. "Saya memang ngurus, sampai memperhatikan," aku Teddy. Teddy pun mengatakan memang pola makan Lina yang sejak dulu sudah tidak baik.

Lina gemar makanan pedas dan asam yang membuatnya memiliki riwayat penyakit lambung. Setahun dengan Lina, Teddy melihat gejala tersebut sudah ada pada Lina. Saat ditanya Teddy soal kondisi Lina untuk memastikan kesehatan, Teddy malah mendapati jawaban tak terduga dari Lina.

"Kamu sebelumnya pernah ke rumah sakit?" kata Teddy menirukan pertanyaannya ke Lina waktu itu. "Saya gak kenal rumah sakit. Gak mau kenal dengan obat," ujar Teddy menirukan jawaban Lina. Demikian kata Teddy, Lina ternyata memang tidak mengenal rumah sakit.

Lina pun bahkan tak pernah mengonsumsi obat obatan. Lebih lanjut Teddy mengklaim bila dirinya dituduh jadi tersangka, ia bisa membantahnya. Semua data maupun catatan kesehatan Lina dapat dibuktikan olehnya.

Setelah Lina meninggal, nama Teddy menjadi sorotan. Dikutip dari tayangan Intens Investigasi diunggah (17/1/2020), Ketua RW, Winarno, mengatakan bahwa kehidupan Teddy dan Lina cukup tertutup. Ia mengatakan Teddy dan Lina terkadang tidak di rumah.

"Kadang ada, kadang tidak ada. Kadang mobilnya ada, kadang beliaunya enggak ada. Kalau lewat ya, karena di mobil, pas kita ada di taman, pas lewat di depan, oh ya itu Pak Teddy," ujar Winarno. Winarno sesekali hanya mengenal sosok Teddy sekilas. Belum pernah Teddy dan dirinya meluangkan waktu untuk mengobrol bersama.

Lanjut Winarno mengaku selama ini baru mengenal sosok Teddy saat kejadian Lina meninggal. Ia mengatakan dirinya pun baru mengenal secara langsung saat memberikan kesaksian dalam pemeriksaan kasus kematian mantan istri Sule. "Secara pribadi saya juga belum mengenal. Baru kemarin pas waktu pemeriksaan di Polrestabes Bandung itu saja (kenal dengan Teddy)," katanya.

Winarno sendiri menjadi pendamping dari empat wanita yang memandikan Lina. Diketahui, ternyata selama tinggal di Jalan Neptunus Margahayu, Kota Bandung, Teddy dan Lina mengontrak rumah. Winarno, mengatakan bahwa Teddy dan Lina belum lama tinggal di rumah tersebut.

Terhitung, Teddy baru mengontrak 11 bulan yang lalu di tahun 2019. Jika Teddy saja tidak dikenal warga, ternyata warga pun tak mengetahui Lina adalah istri dari Teddy. Sebagian warga mengaku baru mengetahui mantan istri Sule itu adalah istri Teddy.

Saat melapor ke RT, Teddy tak memberikan keterangan anggota keluarga. Lantaran jarang bersosialisasi dan keluar rumah, warga pun bahkan mengaku baru tahu mantan istri Sule itu tinggal bersama Teddy pasca Lina meninggal, 4 Januari 2020 lalu. Hanya beberapa warga yang mengaku pernah melihat Lina mengenakan cadar saat shalat ied 2019 lalu.

Sebagian besar warga di sana baru mengetahui sosok Lina istri Teddy saat kejadian meninggal. Lantaran menurut Winarno, Teddy tak menyampaikan gamblang sosok istrinya adalah Lina. "Yang tahu itu hanya sebagian, bahwa mantan istrinya Sule tinggal di sini, dan Pak Teddy tidak pernah menyampaikan, misalnya punya istri, tidak," ujarnya.

Lanjut Winarno mengatakan bahwa yang sering ia lihat hanya Teddy. Sementara itu ia tidak pernah lihat bila Lina menempati rumah tersebut. Bahkan dipaparkan Winarno satpam yang berada di depan rumah Teddy itu pun tak pernah melihat Teddy bersama Lina.

"Yang sering itu Teddy, mungkin bu Lina itu jarang keluar. Cuma bu Lina sempat ikut shalat Idulfitri, tapi tak pernah melihat wajahnya karena dicadar," ujarnya. Warga atau tetangga Teddy, Fani, berujar mengaku memang Teddy dan Lina tertutup. Menurut Fani dirinya hanya sesekali melihat Lina.

Ia pun disapa Lina bila dirinya yang menyapa. Kendati demikian diakui Fani sosok Lina sebagai pribadi yang baik. (Hilda Rubiah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.