Tue. Sep 22nd, 2020

FIFABR

Artikel Kesehatan Olahraga

Arab & Latin Jadwal & Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah Sebelum Idul Adha 2020

3 min read

Berikut ini jadwal serta bacaan puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang dikerjakan sebelum hari raya Idul Adha 2020, lengkap dengan tulisan Arab dan latin. Bacaan niat puasa Tarwiyah bisa dilafalkan saat melakukan sahur atau pada malam harinya. Sebelum merayakan hari raya Idul Adha 2020, imat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Perintah untuk melaksanakan puasa sebelum Idul Adha ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam hadisnya, Nabi Muhammad SAW bersabda, puasa Arafah dapat menghapus dosa dosa selama satu tahun. Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, , berikut hadis Nabi yang menjelaskan puasa Arafah:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ … … … عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ …[رواه مسلم وأحمد]. "Dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw ditanya tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: [Puasa hari Arafah itu] menghapus dosa dosa satu tahun lalu dan satu tahun tersisa …" [ ] عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ امْرَأَتِهِ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ [رواه أبو داود وأحمد والبيهقي].

"Dari Hunaidah Ibn Khalid, dari istrinya, dari salah seorang istri Nabi saw [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Adalah Rasulullah saw melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan [ ] Soal puasa sebelum Idul Adha ini, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang menyatakan cukup puasa dua hari (Tarwiyah dan Arafah), ada yang menyatakan 9 hari (puasa Dzulhijjah selama 7 hari, disambung Tarwiyah dan Arafah).

Penyuluh Agama Islam non PNS Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta, Hasbullah Agus Sumarno, membenarkan adanya perbedaan pendapat ini. "Di kalangan ulama memang ada beda pendapat soal puasa 7 hari ini, ada yang boleh, ada yang tidak boleh, ada yang dua hari saja. Yang jelas puasa tanggal 1 7 itu bentuk i'tibaq Rosul, menghargai dan menghormati jerih payah beliau (Nabi Ibrahim, Red) dalam perjuangannya ingin memiliki anak, ingin punya anak sampai diperintahkan untuk disembelih tadi." Lantas kapan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah?

Pada Selasa (21/7/2020), Kementerian Agama setelah menggelar Sidang Isbat, telah menetapkan hari raya Idul Adha 2020 atau tanggal 10 Dzulhijjah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Keputusan Kemenag ini sesuai Maklumat Muhammadiyah yang juga menetapkan Idul Adha pada 31 Juli 2020. Dengan demikian, puasa Tarwiyah dikerjakan pada Rabu, 29 Juli 2020, sedangkan puasa Arafah dikerjakan pada Kamis, 30 Juli 2020.

Adapun bagi yang ingin mengerjakan puasa Dzulhijjah bisa mulai dikerjakan Rabu, 22 Juli 2020. Setelah masuk di hari raya Idul Adha, umat Islam diharamkan berpuasa termasuk di tiga hari sesudahnya. Sebelum melaksanakan puasa, terlebih dahulu melafalkan niat puasa.

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala." نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunah karena Allah ta’ala.” نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitu shouma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, Sunah karena Allah Ta’ala." Jika kita yang penuh dosa, kemudian mendengar kabar akan mendapat ampunan, maka tak ada yang dapat diungkapkan kecuali kebahagiaan dan rasa syukur atas kemurahan Allah SWT. Hingga kini kemurahan itu diberikan oleh Allah SWT dengan kita menjalankan puasa di hari Arafah.

Sebagaimana dijelaskan Rasulullah saat ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: "Dapat menebus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang". (HR. Muslim) "Puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang". (Riwayat jamaah ahli hadist kecuali Bukhori dan Turmudzi)

Dari ‘Uqbah bin Amir bahwa Rasulullah bersabda: "Hari Arafah, hari Qurban dan hari Tasyriq adalah hari raya kita penganut Islam, dan hari hari itu adalah hari makan dan minum". (Diriwayatkan oleh berlima kecuali Ibnu Majah dan dinyatakan sah oleh Turmudzi) Diterima dari Abu Hurairah berkata: "Rasulullah melarang berpuasa pada hari Arafah". (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Ibnu Majah)

Imam Turmudzi berkata: "Para ulama memandang Sunah berpuasa pada hari Arafah kecuali bagi orang orang yang sedang berada di Arafah." Dari Ummul Fadhal, katanya: "Mereka merasa bimbang mengenai puasa Nabi di Arafah, lalu saya kirimi susu, maka diminumnya, sedang ketika itu beliau berkhotbah di depan manusia di Arafah." (HR. Mutafaq alaih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.